13.8.10

Manfaat ilmiah membaca al quran


Ini adalah kisah seorang kakek tua yang hidup bersama cucu satu-satunya. Sang kakek adalah seorang muslim yang taat, tiada har idalam hidupnya tanpa membaca Al-Quran. Si Cucu yang melihat betapa sang kakek begitu khidmat membaca Al-Quranpenuh dengan penghayatan, bertanya : "Kek...!! Mendengar kakek membacaAl-Quran, aku merasa hatiku sejuk sekali. Aku ingin sekali bisamemahaminya sebagaimana kakek. Tapi aku tidak mampu, adapun yang akupahami, aku lupakan secepat aku menutup buku"

Adakah manfaat-nya kita membaca AL-QURAN tanpa mengetahui ARTINYA?

Sang kakek seakan tidak menghiraukan pertanyaan cucunya yang masih muda itu. Dia malah mengajak cucunya itu keluar rumah.

Sang kakek mengambil sebuah ember kotor (bekas mengangkut tanah liat),lalu dilubangilah ember itu di bagian bawah dan samping-sampingnya,beberapa lubang.

Si Cucu dengan keheranan dan rasa penasaran ingin mengetahui apa yang hendak dilakukan oleh kakek kesayangannya itu.

"Anakku...! Bawalah ember ini ke sungai, kemudian bawalah kembali kemari dengan sudah terisi penuh air."

Si Cucu tentunya sadar, bahwa ember tersebut sudah bocor, maka mautidak mau dia harus berlari setelah mengisi ember tersebut dengan air.

Si Cucu pun menyanggupinya. Dan pergilah dia ke sungai untuk mengisiember tersebut dengan air, kemudian dia berusaha berlarisekencang-kencangnya agar setibanya di tempat kakeknya airnya masihpenuh.

Dia pun melakukannya dengan sungguh-sungguh. Tapi setibanya di tempatkakeknya, ternyata tidak sedikit pun air yang tersisa. Semua airnyahabis tertumpah sebelum tiba di tempat kakeknya.

Sang kakek sesekali menertawakannya. Dan berkata, "Kali ini kau harus berusaha berlari lebih cepat lagi. AYO KAMU PASTI BISA....!"

__________________________________________________ _____________________________________

Si Cucu pun berusaha lebih semangat lagi. Sampai akhirnya...!!! Denganterengah-engah dia berkata kepada kakeknya, "Kek...! Aku rasa inimustahil secepat apapun aku berlari, air tersebut akan lebih dulu habissebelum aku sampai disini. Jadi ini suatu hal yang percuma"

Dengan tersenyum sang kakek berkata, "Anakku kamu pikir semua ini percuma? Sekarang coba lihat ini.........."

Kakek menunjuk ke ember yang dipegang cucunya tersebut. Dan berkata,"Bukankah ember yang kau pegang tersebut sebelumnya kotor sekali?"

"Lihatlah sekarang, sudah menjadi ember yang bersih...! Luar dan dalam"

"Anakku hal itulah yang terjadi ketika kamu membaca Al-Quran. Kamu tidak bisa memahami atau ingat segalanya, tetapi ketika kamu membacanyalagi, kamu akan berubah, luar dandalam... Itu adalah karunia dari Allahdi dalam hidup kita."



Quote:

"Terdapat beberapa hal yang dapat menyebabkan seseorang kuat ingatanatau hafalannya. Di antaranya, menyedikitkan makan, membiasakanmelaksanakan ibadah salat malam, dan membaca Alquran sambil melihatkepada mushaf". Selanjutnya ia berkata, "Tak ada lagi bacaan yang dapatmeningkatkan terhadap daya ingat dan memberikan ketenangan kepadaseseorang kecuali membaca Alqur'an".

Dr. Al Qadhi, melalui penelitiannya yang panjang dan serius di KlinikBesar Florida Amerika Serikat, berhasil membuktikan hanya denganmendengarkan bacaan ayat-ayat Alquran, seorang Muslim, baik mereka yangberbahasa Arab maupun bukan, dapat merasakan perubahan fisiologis yangsangat besar.

Penurunan depresi, kesedihan, memperoleh ketenangan jiwa, menangkalberbagai macam penyakit merupakan pengaruh umum yang dirasakanorang-orang yang menjadi objek penelitiannya. Penemuan sang dokter ahlijiwa ini tidak serampangan. Penelitiannya ditunjang dengan bantuanperalatan elektronik terbaru untuk mendeteksi tekanan darah, detakjantung, ketahanan otot, dan ketahanan kulit terhadap aliran listrik.Dari hasil uji cobanya ia berkesimpulan, bacaan Alquran berpengaruhbesar hingga 97% dalam melahirkan ketenangan jiwa dan penyembuhanpenyakit.

Penelitian Dr. Al Qadhi ini diperkuat pula oleh penelitian lainnya yangdilakukan oleh dokter yang berbeda. Dalam laporan sebuah penelitianyang disampaikan dalam Konferensi Kedokteran Islam Amerika Utara padatahun 1984, disebutkan, Alquran terbukti mampu mendatangkan ketenangansampai 97% bagi mereka yang men dengarkannya.

Kesimpulan hasil uji coba tersebut diperkuat lagi oleh penelitianMuhammad Salim yang dipublikasikan Universitas Boston. Objekpenelitiannya terhadap 5 orang sukarelawan yang terdiri dari 3 pria dan2 wanita. Kelima orang tersebut sama sekali tidak mengerti bahasa Arabdan mereka pun tidak diberi tahu bahwa yang akan diperdengarkannyaadalah Alqur'an.

Penelitian yang dilakukan sebanyak 210 kali ini terbagi dua sesi, yaknimembacakan Alquran dengan tartil dan membacakan bahasa Arab yang bukandari Alqur'an. Kesimpulannya, responden mendapatkan ketenangan sampai65% ketika mendengarkan bacaan Alquran dan mendapatkan ketenangan hanya35% ketika mendengarkan bahasa Arab yang bukan dari Alqur'an.

Alquran memberikan pengaruh besar jika diperdengarkan kepada bayi. Haltersebut diungkapkan Dr. Nurhayati dari Malaysia dalam SeminarKonseling dan Psikoterapi Islam di Malaysia pada tahun 1997. Menurutpenelitiannya, bayi yang berusia 48 jam yang kepadanya diperdengarkanayat-ayat Alquran dari tape recorder menunjukkan respons tersenyum danmenjadi lebih tenang.

Sungguh suatu kebahagiaan dan merupakan kenikmatan yang besar, kitamemiliki Alquran. Selain menjadi ibadah dalam membacanya, bacaannyamemberikan pengaruh besar bagi kehidupan jasmani dan rohani kita. Jikamendengarkan musik klasik dapat memengaruhi kecerdasan intelektual (IQ)dan kecerdasan emosi (EQ) seseorang, bacaan Alquran lebih dari itu.Selain memengaruhi IQ dan EQ, bacaan Alquran memengaruhi kecerdasanspiritual (SQ).Sumber: http://musiconlinecairo.multiply.com/

Mahabenar Allah yang telah berfirman, "Dan apabila dibacakan Alquran,simaklah dengan baik dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapatrahmat"(Q.S. 7: 204).
Komentari · SukaTidak Suka · Bagikan

12.8.10

Antara Ayah, Anak dan Burung Gagak


Pada suatu petang seorang tua bersama anak mudanya yang baru menamatkan pendidikan tinggi duduk berbincang-bincang di halaman sambil memperhatikan suasana di sekitar mereka. Tiba-tiba seekor burung gagak hinggap di ranting pokok berhampiran. Si ayah lalu menuding jari ke arah gagak sambil bertanya,
0“Nak, apakah benda itu?”
“Burung gagak”, jawab si anak.
Si ayah mengangguk-angguk, namun sejurus kemudian sekali lagi mengulangi pertanyaan yang sama. Si anak menyangka ayahnya kurang mendengar jawabannya tadi, lalu menjawab dengan sedikit kuat,
“Itu burung gagak, Ayah!”
Tetapi sejurus kemudian si ayah bertanya lagi pertanyaan yang sama. Si anak merasa agak keliru dan sedikit bingung dengan pertanyaan yang sama diulang-ulang, lalu menjawab dengan lebih kuat,
“BURUNG GAGAK!!” Si ayah terdiam seketika.
Namun tidak lama kemudian sekali lagi sang ayah mengajukan pertanyaan yang serupa hingga membuat si anak hilang kesabaran dan menjawab dengan nada yang kesal kepada si ayah,
“Itu gagak, Ayah.” Tetapi agak mengejutkan si anak, karena si ayah sekali lagi membuka mulut hanya untuk bertanya hal yang sama. Dan kali ini si anak benar-benar hilang sabar dan menjadi marah.
“Ayah!!! Saya tak tahu Ayah paham atau tidak. Tapi sudah 5 kali Ayah bertanya soal hal tersebut dan saya sudah juga memberikan jawabannya. Apa lagi yang Ayah mau saya katakan????
Itu burung gagak, burung gagak, Ayah…..”, kata si anak dengan nada yang begitu marah.
Si ayah lalu bangun menuju ke dalam rumah meninggalkan si anak yang kebingungan. Sesaat kemudian si ayah keluar lagi dengan sesuatu di tangannya. Dia mengulurkan benda itu kepada anaknya yang masih geram dan bertanya-tanya. Diperlihatkannya sebuah diary lama.
“Coba kau baca apa yang pernah Ayah tulis di dalam diary ini,” pinta si Ayah. Si anak setuju dan membaca paragraf yang berikut. “Hari ini aku di halaman melayani anakku yang genap berumur lima tahun. Tiba-tiba seekor gagak hinggap di pohon berhampiran. Anakku terus menunjuk ke arah gagak dan bertanya,
“Ayah, apa itu?”
Dan aku menjawab,
“Burung gagak.”
Walau bagaimana pun, anakku terus bertanya soal yang serupa dan setiap kali aku menjawab dengan jawaban yang sama. Sehingga 25 kali anakku bertanya demikian, dan demi rasa cinta dan sayangku, aku terus menjawab untuk memenuhi perasaan ingin tahunya.
“Aku berharap hal ini menjadi suatu pendidikan yang berharga untuk anakku kelak.”
Setelah selesai membaca paragraf tersebut si anak mengangkat muka memandang wajah si Ayah yang kelihatan sayu. Si Ayah dengan perlahan bersuara,
“Hari ini Ayah baru bertanya kepadamu soal yang sama sebanyak 5 kali, dan kau telah hilang kesabaran serta marah.”
Lalu si anak seketika itu juga menangis dan bersimpuh di kedua kaki ayahnya memohon ampun atas apa yg telah ia perbuat.
PESAN:
Jagalah hati dan perasaan kedua orang tuamu, hormatilah mereka. Sayangilah mereka sebagaimana mereka menyayangimu di waktu kecil. Kita sudah banyak mempelajari tuntunan Islam apalagi berkenaan dengan berbakti kepada kedua orangtua.Tapi berapa banyak yang sudah dimengerti oleh kita apalagi diamalkan???
Ingat! ingat! Banyak ilmu bukanlah kunci masuk syurganya Allah.

Dulu Haram Kini Halal


Pada suatu ketika di zaman Nabi Muhammad SAW ada seorang pencuri yang hendak bertaubat, dia duduk di majelis Nabi Muhammad SAW dimana para sahabat berdesak-desakkan di Masjib Nabawi.Suatu ketika dia menangkap perkataan Nabi saw : "Barangsiapa meninggalkan sesuatu yang haram karena Allah,maka suatu ketika dia akan memperoleh yang Haram itu dalam keadaan halal".Sungguh dia tidak memahami maksudnya, apalagi ketika para sahabat mendiskusikanhal tersebut setelah majelis dengan tingkat keimanan dan pemahaman yang jauhdibawah sang pencuri merasa tersisihkan. Akhirnya malam pun semakin larut, sangpencuri lapar. Keluarlah dia dari Masjid demi melupakan rasa laparnya.

Di suatu gang tempat dia berjalan, dia mendapati suatu rumah yang pintunya agak terbuka. Dengan insting pencurinya yang tajam ia dapat melihat dalam gelap bahwa pintu itu tidakterkunci...dan timbullah peperangan dalam hatinya untuk mencuri atau tidak.Tidak, ia merasa tidak boleh mencuri lagi. Namun tiba-tiba timbul bisikan aneh: "Jika kamu tidak mencuri mungkin akan ada pencuri lainnya yang belum tentuseperti kamu". Menjadi berfikirlah dia, maka diputuskan dia hendakmemberitahukan/mengingatkan pemiliknya di dalam agar mengunci pintu rumahnya,karena sudah lewat tengah malam.



Dia hendak memberi salam namuntimbul kembali suara tadi : "Hei pemuda! bagaimana kalau ternyata di dalam adapencuri dan pintu ini ternyata adalah pencuri itu yang membuka, bila engkau mengucapsalam ... akan kagetlah dia dan bersembunyi, alangkah baiknya jika engkau masukdiam-diam dan memergoki dia dengan menangkap basahnya !"



Ah.. benar juga, pikirnya. Maka masuklah iadengan tanpa suara... Ruangan rumah tersebut agak luas, dilihatnya berkelilingada satu meja yang penuh makanan – timbul keinginannya untuk mencuri lagi,namun segera ia sadar – tidak, ia tidak boleh mencuri lagi. Masuklah ia dengan hati-hati, hehhh...syukurlah tidak ada pencuri berarti memang sang pemilik yang lalai menguncipintu. Sekarang tinggal memberitahukan kepada pemilik rumah tentangkelalaiannya, tiba-tiba terdengar suara mendengkur halus dari sudut ruang....Ahhternyata ada yang tidur mungkin sang pemilik dan sepertinya perempuan cantik. Tanpadia sadari kakinya melangkah mendekati tempat tidur, perasaannya berkecamuk, macam-macamyang ada dalam hatinya. Kecantikan, tidak lengkapnya busana tidur yang menutupsang wanita membuat timbul hasrat kotor dalam dirinya. Begitu besarnya hinggakeluar keringat dinginnya, seakan jelas ia mendengar jantungnya berdetakkencang didadanya, serta tak dia sangka ia sudah duduk mematung disampingtempat tidur...Tidak, aku tidak boleh melakukan ini aku ingin bertaubat dan tidakmau menambah dosa yang ada, tidakk !!



Segera ia memutar badannya untuk pergi. Akan ia ketuk dan beri salam dari luar sebagaimanatadi. Ketika akan menuju pintu keluar ia melalui meja makan tadi, tiba-tiba terdengar bunyi dalam perutnya...ia lapar.Timbullah suara aneh tadi : "Bagus hei pemuda yang baik, bagaimana ringankahsekarang perasaanmu setelah melawan hawa nafsu birahimu?"

Eh-eh, ya. Alhamdulillah ada rasabangga dalam hati ini dapat berbuat kebaikan dan niat perbuatan pemberitahuanini akan sangat terpuji. Pikir sang pemuda. Suara itu berkata: "Maka sudahsepatutnya engkau memperoleh ganjaran dari sang pemilik rumah atas niat baikmuitu, ambillah sedikit makanan untuk mengganjal perutmu agar tidak timbulperasaan dan keinginan mencuri lagi!!"



Berpikirlah dia merenungsebentar, patutkah ia berbuat begitu? "Hei – tiba2x ia tersadar serta berucapdalam hati – engkau dari tadi yang berbicara dan memberi nasihat kepadaku? Tapi nasihatmu itu telahmenjadikan aku menjadi tamu tidak diundang seperti ini, tidak.. aku tidak akanmendengarkan nasihatmu. Bila engkau Tuhan, tidak akan memberi nasihat sepertiini. Pasti engkau Syaithon....(hening).

Celaka aku, bila ada orang yangdi luar dan melihat perbuatanku .... aku harus keluar." Maka tergesa-gesa iakeluar rumah wanita tersebut, ketika tiba dihadapan pintu ia mengetuk keras danmengucap salam yang terdengar serak menakutkan. Semakin khawatir ia akansuaranya yang berubah, setelah itu tanpa memastikan pemiliknya mendengar atau tidak ia kembali menuju masjid dengan perasaan galau namun lega, karena tidakada orang yang memergoki dia melakukan apa yang disarankan suara aneh tadi.



Sesampai dimasjid, ia melihatNabi saw sedang berdiri sholat. Di sudut ruang ada seorang yang membaca alqur-aan dengan khusyu' sambil meneteskan air mata, di sudut-sudut terdapat para shahabat dan kaum shuffah tidur.Dingin sekali malam ini, lapar sekali perut ini teringat lagi ia akanpengalaman yang baru dia alami, bersyukur ia atas pertolongan Allah yangmenguatkan hatinya.

Tapi ... tidak di dengar bisikanAllah di hatinya, apakah Allah marah kepadaku? Lalu ia menghampiri sudut ruangmasjid duduk dekat pintu, dekat orang yang membaca al qur-an. Ditengahmelamunnya ia mendengar sayup namun jelas bait-bait ayat suci ...... Dan merekasemuanya (di padang Mahsyar) akan berkumpul menghadap ke hadirat Allah, laluberkatalah orang-orang yang lemah kepada orang-orang yang sombong:"Sesungguhnyakami dahulu adalah pengikut-pengikutmu, maka dapatkah kamu menghindarkan daripada kami azab Allah (walaupun) sedikit saja Mereka menjawab:"Seandainya Allahmemberi petunjuk kepada kami, niscaya kami dapat memberi petunjuk kepadamu.Sama saja bagi kita apakah kita mengeluh ataukah bersabar. Sekali-kali kitatidak mempunyai tempat untuk melarikan diri". (QS. 14:21)



Dan berkatalah syaitan tatkalaperkara (hisab) telah diselesaikan: "Sesungguhnya Allah telah menjanjikankepadamu janji yang benar, dan akupun telah menjanjikan kepadamu tetapi aku menyalahinya.Sekali-kali tidak kekuasaan bagiku terhadapmu, melainkan (sekedar) aku menyerukamu lalu kamu mematuhi seruanku, oleh sebab itu janganlah kamu mencerca aku, akan tetapi cercalah dirimu sendiri.Aku sekali-kali tidak dapat menolongmu dan kamu pun sekali-kali tidak dapatmenolongku. Sesungguhnya aku tidak membenarkan perbuatanmu mempersekutukan aku(dengan Allah) sejak dahulu". Sesungguhnya orang-orang yang zalim itu mendapatsiksaan yang pedih. (QS. 14:22)



Bergetarlah hatinya mendengarperkataan Allah yang di dengarnya, berkatalah ia "Engkau berbicara kepadakukah,ya Allah?" Serasa lapang hatinya, semakin asyik dia mendengarkan bacaan suciitu, maka lupalah ia akan laparnya, segar rasanya badannya. Cukup lama iamendengarkan bacaan orang itu hingga tiba-tiba tersentak ia karena bacaan itudihentikan berganti dengan ucapan menjawab salam. Terlihat olehnya pula bahwa priaitu menjawab salam seseorang wanita dan seorang tua yang masuk langsung menuju tempat NabiMuhammad SAW sedang duduk berdzikir, dan wajah wanita itu ... adalah wajah wanitatadi !!!??? Timbul gelisah hatinya, apakah tadi ketika ia berada di ruangan itusang wanita pura-pura tidur dan melihat wajahnya? Ataukah ada orang yang diam-diam melihatnya, mungkinlaki-laki tua yang bersamanya adalah orang yang diam-diam memergokinya ketikaia keluar dan mengetuk pintu rumah itu? Ahh ... celaka, celaka. Namun gemetartubuhnya, tidak mampu ia menggerakkan anggota tubuhnya untuk bersembunyi ataupergi apalagi tampak olehnya pria yang tadi membaca al Qur-aan hendak tidur dantak lama pun mendengkur. Dan ia lihat mereka sudah berbicara dengan Nabi saw....

celaka, pikirnya panik !!

Hampir celentang jatuh ia ketikaterdengar suara Nabi Muhammad SAW. : "Hai Fulan, kemarilah !" Dengan perlahandan perasaan takut ia mendekat. Ia berusaha menyembunyikan wajahnya. Iamendengar sang perempuan masih berbicara kepada Nabi Muhammad SAW. katanya :"...benar ya Rosulullah, saya sangat takut pada saat itu saya bermimpi rumah saya kemasukan orang yang hendak mencuri, dia mendekati saya dan hendak memperkosa saya, ketika saya berontak ... ternyata itu hanya mimpi. Namun ketika sayamelihat sekelilingnya ternyata pintu rumah saya terbuka sebagaimana mimpi sayadan ada suara menyeramkan yang membuat saya takut. Maka segera saya menujurumah paman saya untuk meminta dicarikansuami buat saya, agar kejadian yang di mimpi saya tidak terjadi bila saya adasuami yang melindungi. Sehingga beliau mengajak saya menemui engkau disini agarmemilihkan calon suami untuk saya".



Nabi saw memandang kepada sipemuda bekas pencuri, lalu berkata : "Hai Fulan, karena tidak ada pria yangbangun kecuali engkau saat ini maka aku tawarkan padamu, maukah engkau menjadi suaminya?" Terkejut ia mendengaritu, cepat mengangguklah ia. Dan setelah sholat shubuh Nabi saw mengumumkan halini dan meminta para shahabat mengumpulkan dana untuk mengadakan pernikahan danpembayaran mas kawin si pemuda ini.

Setelah pernikahannya, tahulah iaakan arti perkataan Nabi Muhammad yang lalu :

"Barang siapa meninggalkan sesuatu yang haram karena Allah, maka suatu ketika dia akan memperoleh yang Haram itu dalam keadaan halal".

Source :blogs.myspace