1001 kisah teladan
Al-kisah islam
dajjal
Himpunan Kisah Teladan
Kisah Para Nabi
Tarbiyah
serta banyak kisah-kisah Islam menarik lainnya...DOWNLOAD SEKARANG

Masukkan Code ini K1-3331A9-2
untuk berbelanja di KutuKutuBuku.com
Novel-novel islami : Hafalan Shalat Delisa-Tere Liye,Habiburrahman El Shirazy : Aya-ayat Cinta, Di Atas Sajadah Cinta, Ketika Cinta Bertasbih 1, Ketika Cinta BertasBih 2, Dalam Mihrab Cinta, Pudarnya Pesona Cleopatra, Buku-buku Islami : Shahih Bukhari, Shahih Muslim, Sirah Nabi Muhammad, Hukum cadar


Suatu hari untuk kesekian kalinya Azhar As-Samman mendatangi Abu Ja'far seorang khalifah pada masa dinasti Bani Umayah sebelumnya sudah dua kali Azhar datang meminta bantuan uang pada sang khalifah Apa keperluanmu Azhar tanya Abu Ja'far Amirul-Mukminin aku pernah mendengar kau memanjatkan doa sekarang izinkan aku mencatatnya Sambil tertawa Ja'far berkata Doa yang kau minta tidak menjawab Sebab aku pernah memohon agar kau tidak menghadapku lagi Itu artinya doa tersebut tidak dikabulkan Kuberi kau 12,000 dirham kemarilah kalau kau sudi Tipu dayamu sungguh menggelikan
Mitos Haikal Sulaiman, Tabut Yang Hilang, dan Penantian Juru Selamat Yahudi.
Gadis kecil kulit putih itu bernama Lilly. Kedua orangtuanya tewas secara misterius, hingga dia diangkat anak oleh seorang sufi Maroko, Abdal Akbar.
Sinopsis
Kata Pengantar Abu Sangkan
Sinopsis
Sinopsis


Banyak orang sukses yang tidak bahagia. Ini fakta dan terjadi di mana-mana. Lantas, mengapa hal ini terjadi? Apakah yang harus kita lakukan agar kesuksesan kita itu bisa menjadi salah satu anak tangga menuju kebahagiaan?
Sinopsis
Sinopsis
Sinopsis

Sinopsis
Biografi,Memoar,KisahNyata
Sinopsis
Sinopsis
DISIPLIN WAKTU TIDAK CUKUP
Sinopsis
Sinopsis
Sinopsis
Sinopsis
Sinopsis
Sinopsis
Sinopsis
Sinopsis
Sinopsis
Sinopsis
Belajar Hidup Berkah dari Kekasih Allah.
Sinopsis
Sinopsis
Sinopsis
Sinopsis
Sinopsis
SinopsisKisah Nyata.Buku "From Beirut to Jerusalem" merupakan kesaksian dr. Swee tentang Pembantaian Sabra-Shatila, kamp pengungsi Palestina di Beirut, Lebanon. Tak ada buku lain yang lebih otoritatif dan paling detil menceritakan pembantaian itu selain buku ini; termasuk bahkan di antara buku yang ditulis oleh orang-orang Arab maupun Muslim sendiri. [Farid Gaban | Pena Indonesia]
Pembantaian Sabra-Shatilla merupakan salah satu tonggak paling tragis dalam konflik Israel-Arab; dan merupakan jejak Israel yang berlumuran darah dalam konflik yang berumur hampir satu abad ini. Agresi Israel di Lebanon dan gaza sekarang ini yang membunuh lebih 3300 orang, sebagian besar sipil, perempuan dan anak-anak, serta menghancurkan
infrastruktur sosial-ekonomi sebuah negeri, hanyalah pengulangan sejarah dari agresi dan teror sebelumnya. Agresi dan teror yang menemukan puncaknya antara lain di Sabra-Shatila ini hampir seperempat abad lalu atau di Qana sepuluh tahun lalu.
"Kita hanya bisa menciptakan perdamaian jika ada keadilan," kata dr.Swee. Dia memang memaksudkan bukunya sebagai upaya pencarian keadilan itu tidak hanya bagi korban Sabra-Shatila tapi bagi Palestina keseluruhan. Dia tak hanya berhenti di Beirut, tapi berlabuh juga ke Jerusalem, episentrum dari seluruh konflik yang menahun ini. Dr. Swee mengabdikan hampir seperempat abad hidupnya setelah Sabra-Shatila membela Palestina di forum internasional, termasuk di kalangan penganut agama Kristen yang dipeluknya, yang menganggap membela Israel tanpa-syarat merupakan bagian dari ajaran Injil, tanpa sadar bahwa sebagian orang Arab Palestina dan Lebanon adalah Kristen juga. Itu bukan perjuangan yang mudah terutama dalam lima tahun terakhir, di tengah genderang "perang melawan teror" yang ditabuh Presiden George Bush, pendukung utama Israel, yang menyebut Ariel Sharon, arsitek pembantaian Sabra-Shatila, justru sebagai "a man of peace". Itu juga perjuangan sulit di tengah kesan umum yang diciptakan oleh media massa internasional bahwa Palestina adalah teroris.(http://ngbmulty.multiply.com/journal/item/140/Ang_Swee_Chai)
download Tears of Heaven From Beirut To Jerusalem oleh Dr. Ang Swee Chai
Sinopsis Buku:
sIkhlaskan saja, itu sudah menjadi ketentuan Allah. Dia tidak ikhlas memberi. saya ikhlas . Jadi, apa makna ikhlas? Kita tak lagi tahu dengan pasti, karena kata ini terlalu populer, dan terlalu sering digunakan, untuk berbagai konteks yang berbeda. Secara harfiah, ikhlas adalah melepaskan atau meloloskan diri dari suatu ikatan; ada juga yang bilang, ikhlas adalah murni, suci, terbebas dari sesuatu. Lalu, apa hubungannya dengan ungkapan-ungkapan yang sering kita dengar, seperti ungkapan di atas?Penulis buku ini, Dr. Umar Sulaymn al-Asyqar, mengupas tuntas konsep ikhlas dengan berbagai pengertiannya, termasuk ciri-ciri orang yang ikhlas. Ia juga mengulas satu konsep lain yang sering dikaitkan dengan riya. Apa makna riya, apa dampaknya, bagaimana ciri-ciri orang yang riya, dan bagaimana trik-trik untuk menghadapinya. Seseorang takkan bisa memurnikan ibadahnya dari riya, jika tidak tahu apa saja ragam riya, dan ibadah apa yang sering dihinggapi riya?Buku ini dilengkapi dengan ulasan yang detail tentang niat, yang merupakan landasan, tempat berpijak dan titik beranjak yang membedakan antara orang yang riya dan yang ikhlas. Sudah ikhlaskah kita?Ikhlas merupakan syarat sah diterimanya suatu amal. Tak pelak, beragam arti dilekatkan orang pada kata yang sangat populer ini. Hanya saja, keragaman itu sering menyebabkan salah kaprah bahkan penyesatan dalam menerapkan kata ini.Buku ini mengupas tuntas konsep ikhlas. Ia mengungkap berbagai pandangan keliru tentang ikhlas. Ia juga berusaha mengeluarkan kata ini dari definisi yang sangat ketat seolah ikhlas hanyalah konsep khayali yang sulit ditemukan wujudnya pada diri manusia. Sang penulis, Dr. Umar Sulaymn al-Asyqar, bahkan menolak sebutan "buruh kasar" yang diberikan Rabiah al-Adawiyyah dan Al-Ghazali kepada orang yang beribadah karena mengharap surga dan takut neraka . Dia justru menyebut orang-orang ini sebagai orang berakal (Ulul Albab) dan hamba pilihan yang berbakti kepada Allah.Menurut al-Asyqar, niat memperoleh nikmat dan menghindari siksa akhirat tidaklah mengotori keikhlasan seseorang dalam mendekatkan diri kepada Allah. Sebab, niat itu juga ditetapi oleh para nabi, rasul, siddiq, dan syahid. Tujuan setiap manusia harus diarahkan kepada Allah semata. Itulah makna ikhlas. Namun, harus dipahami, ada beragam tujuan dan jalur menuju Allah. Dan, kesemuanya itu juga merupakan perwujudan dari ikhlas. Itulah mengapa manusia tak perlu membunuh tujuan yang berangkat dari rasa cinta dan takut, sebab keduanya merupakan landasan dari ibadah.
download Ikhlas - Memurnikan Niat, Meraih Rahmat oleh Dr. Umar Sulaiman al-Asyqar
Sinopsis
Sinopsis
Sinopsis
Sinopsis Buku:
Ketahuilah, bahwa manusia tidak diciptakan secara main-main atau sembarangan. Ia diciptakan dengan sebaik-baiknya dan demi suatu tujuan agung. Meskipun bukan merupakan bagian Yang Kekal, ia hidup selamanya; meski jasadnya rapuh dan membumi, ruhnya mulia dan bersifat ketuhanan. Ketika, dalam tempaan hidup zuhud, ia tersucikan dari nafsu jasmaniah, ia mencapai tingkat tertinggi; dan sebaliknya, dari menjadi budak nafsu angkara, ia memiliki sifat-sifat malaikat. Dengan mencapai tingkat ini, ia temukan surganya di dalam perenungan tentang Keindahan Abadi, dan tak lagi pada kenikmatan-kenikmatan badani. Kimia ruhaniah yang menghasilkan perubahan ini dalam dirinya, seperti kimia yang mengubah logam rendah menjadi emas, tak bisa dengan mudah ditemukan. Untuk menjelaskan kimia dan metode operasinya itulah maka pengarang menyusun karya yang diberi judul Kimia Kebahagiaan ini. Khazanah-khazanah Tuhan yang mengandung kimia ini, ada pada hati para nabi. Siapa saja yang mencarinya di tempat lain akan kecewa dan bangkrut di hari kemudian, yakni ketika ia mendengar firman: "... Telah Kami angkat tirai itu darimu, dan pandanganmu pada hari ini sangatlah tajam." (QS 50:22)
Buku karangan Asma Nadia sungguh sangat luar biasa. Siapa pun yang membaca buku setebal 224 halaman pasti tercengang. Pasalnya, buku ini mengambarkan kisah pribadi si penulis dan wanita-wanita lain yang ia ketahui. Peristiwa demi peristiwa ia torehkan dalam kisahnya. Si penulis mencoba memberi cakrawala baru baik kaum Hawa maupun kaum Adam. Ia menilai sosok perempuan seringkali dianggap lemah, tidak berdaya dan pada tataran tertentu sering hanya dianggap sebagai pelengkap saja.
Novel Moga Bunda Disayang Allah ini adalah novel karangan Tere-Liye kedua yang bercerita tentang kanak-kanak. Cerita ini diilhami dari kisah nyata Hellen Adams Keller. Keller lahir 27 Juni 1880 di Alabama. Ia sebenarnya tidak terlahir buta dan tuli ( sekaligus bisu), hingga usia 19 ketika keterbatasan itu datang. Ibunya membawa Hellen menemui Alexander Graham Bell yang saat itu sedang menangani anak-anak tuli. Bell, menyarankan Hellen dan ibunya ke Institute Perkins for The Blind, di Boston. Institut ini lalu mengirimkan Anne Sullivan untuk menjadi guru Hellen.Tahun 1980, Hellen mulai belajar bicara dengan menggunakan metode Tadoma. Metode Tadoma adalah metode berbicara menggunakan gerakan tangan, menyentuh bibir dan menyentuh leher. Ibu jari dibibir pembicara dan ketiga jari tengahnya menyentuh leher pembicara.Dalam Novel ini diceritakan seorang anak bernama Melati penderita buta dan tuli untuk bisa mengenali dunia, dan juga perjuangan seorang Pemuda bernama Karang untuk bisa keluar dari perasaan bersalah setelah kematian 18 anak didiknya dalam kecelakaan kapal.Melati bocah berusia 6 tahun yang buta dan tuli sejak dia berusia 3 tahun. Selama 3 tahun ini dunia melati gelap. Dia tidak memiliki akses untuk bisa mengenal dunia dan seisinya. Mata, telinga dan semua tertutup baginya. Melati tidak pernah mendapatkan cara untuk mengenal apa yang ingin dikenalnya. Rasa ingin tahu yang dipendam bertahun tahun itu akhirnya memuncak, menjadikan Melati menjadi frustasi dan sulit dikendalikan. Orang tuanya berusaha berbagai macam cara untuk bisa mengendalikan Melati. Bahkan tim dokter ahli yang diundang oleh orang tuanya tidak berhasil mengendalikan Melati.Adalah Karang, yang akhirnya menjadi guru Melati. Karang sebenarnya hampir kehilangan semangat hidupnya setelah 18 anak didiknya tewas dalam kecelakaan perahu. Perasaan bersalahnya hampir setiap hari menghantuinya selama 3 tahun terakhir. Dia bahkan hampir tidak berminat ketika ibunya Melati memintanya untuk membimbing Melati. Tapi demi cintanya terhadap anak-anak Karang akhirnya datang memenuhi permintaan ibunya Melati.Tidak mudah untuk menemukan metode pengajaran bagi Melati. Bagaimana caranya Melati bisa mendengar apa yang dikatakan Karang ?, bagaimana caranya Melati bisa melihat? Bahkan untuk menangis saja Melati tidak bisa menemukan kosakata yang benar. Dunia Melati benar-benar gelap. Melati tidak mempunyai akses untuk tahu. Tidak mempunyai cara untuk mengenal apa yang ingin dia kenal.Karang hampir putus asa. Lalu keajaiban datang ......... Novel ini cocok untuk dibaca semua kalangan.
Novel yang mengajarkan kita bagaimana bersikap ikhlas dalam beramal lewat tokoh karangan Tere Liye yaitu seorang gadis kecil di desa Lok Nga-Aceh. Berkisah tentang Delisa yang tidak kunjung bisa menghafal bacaan shalat karena iming-iming kalung emas yang akan dihadiahi ibundanya. Dengan latar belakang tragedi tsunami yang mengharukan di Aceh pada Desember 2004. Kisah yang sangat bagus dijadikan contoh tentang arti ikhlas dalam hidup bagaimana seorang gadis kecil berupaya tegar di tengah prahara yang menimpanya hidup ditinggal wafat oleh ibu dan kedua orang kakaknya. Sungguh sebuah novel pembangun jiwa akan pentingnya ikhlas karena Allah Ta'ala. Wajib untuk dibaca!!!!!
Dengan nama yang begitu mulia, jutaan bibir setiap hari mengucapkannya, jutaan jantung setiap saat berdenyut, berulang kali. Bibir dan jantung yang bergerak dan berdenyut sejak seribu tiga ratus limapuluh tahun. Dengan nama yang begitu mulia, berjuta bibir akan terus mengucapkan, berjuta jantung akan terus berdenyut, sampai akhir zaman
Prakata
Umar dan Kedaulatan Islam
Novel yang mengajarkan kita bagaimana bersikap ikhlas dalam beramal lewat tokoh karangan Tere Liye yaitu seorang gadis kecil di desa Lok Nga-Aceh. Berkisah tentang Delisa yang tidak kunjung bisa menghafal bacaan shalat karena iming-iming kalung emas yang akan dihadiahi ibundanya. Dengan latar belakang tragedi tsunami yang mengharukan di Aceh pada Desember 2004. Kisah yang sangat bagus dijadikan contoh tentang arti ikhlas dalam hidup bagaimana seorang gadis kecil berupaya tegar di tengah prahara yang menimpanya hidup ditinggal wafat oleh ibu dan kedua orang kakaknya. Sungguh sebuah novel pembangun jiwa akan pentingnya ikhlas karena Allah Ta'ala. Wajib untuk dibaca!!!!!